Minggu, 18 Maret 2012

Kunjungi

blog.ub.ac.id
Join us my facebook

jika anda ingin bergabung dengan saya di facebook,.add saja facebook saya..terima kasih

Membuat robot

Cara membuat aplikasi robot

Cara mengatasi hacker


DIGITAL EKONOMI


                                                                                                                                                                        

Perkembangan Teknologi  yang begitu cepat, telah banyak mempengaruhi berbagai  bidang, tidak terkecuali bidang ekonomi.
Konsep mengenai Digital ekonomi pertama kali di perkenalkan Tapscott,menjelaskan sebuah sosiopolitik dan sistem ekonomi yang mempunyai karakteristik sebagai ruang intelijen, meliputi informasi, berbagai akses instrumen informasi dan pemrosesan informasi dan komunikasi.
           
             Ekonomi digital yang salah satu tujuan utamanya yaitu  menintegrasikan aspek-aspek yang menyangkut aktivitas perekonomian, perlu menjadi perhatian yang serius bagi setiap negara yang mau tak mau, cepat atau lambat akan berevolusi menuju globalisasi.  Perkembangan ilmu komunikasi khususnya ekonomi digital sepertinya masih  perlu dilakukan eksplorasi terhadap kendala, peluang dan solusinya bagi setiap pihak yang terlibat , baik pemerintah, komunitas penggiat dan penggunanya dan pihak akademik dan pengusaha teknik informatika ,ataupun masyarakat keseluruhan. Ekonomi digital memiliki karakteristik yang amat berbeda dengan ekonomi industri, baik dari sisi aktivitas maupun produk yang diperdagangkan. Karakteristik ini antara lain globalisasi, digitisasi, virtualisasi, disintermediasi, reintermediasi). Perluasan pasar secara internasional merupakan suatu keharusan dalam ekonomi digital.
Selain itu tekanan kompetisi global mendorong pemerintah negara maju dan berkembang untuk dapat mengeksplorasi maksud dan tujuan dari penggunaan teknologi informasi terbaru di bidang jarinangan untuk mencapai keuntungan ekonomi dan sosial.
Ekonomi yang merupakan salah satu bidang krusial yang akan mempengaruhi bidang-bidang lain akan selalu berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan.
Bukti dari laporan kebijakkan negara-negara selama dekade belakangan ini menunjukkan bahwa banyak negara telah memanfaatkan kesempatan baru yang ditawarkan Internet dan e-commerce. Diprediksikan pada akhir tahun 2005, lebih dari 2 milyar orang akan terhubung alat komunikasi bergerak (mobile communication devices) seperti handphone dengan koneksi Internet, Notebook, pda (personel digital assistan), dll.
             Sebagaimana disebutkan pada paragraf sebelumnya, pada era ekonomi sebelumnya arus informasi mengalir secara fisik: tunai, cek, surat tagihan, laporan, rapat, panggilan telpon secara analog, transmisi radio atau televisi, cetak biru, peta, foto-foto ataupun iklan-iklan selebaran. Di era ekonomi aliran baru, berbagai bentuk informasi berubah menjadi digital – informasi disimpan dalam bentuk data bit. Melalui penggunaan kode binari pada komputer, komunikasi dan informasi pun menjadi digital ones dan zeros. Dengan demikian sebuah dunia baru dengan segala kemungkinannya telah tercipta dengan sedemikian nyata seperti halnya terciptanya bahasa, sebagai paradigma masa lalu yang mendasarkan pertemuan fisik untuk berinteraksi.

             Di masa ekonomi digital, konsumen merupakan ‘driving force’ dari semua kegiatan ekonomi yang berlangsung di dunia. Oleh karena itu komponen-komponen signifikan yang berkembang dalam ‘model industri digital’ harus sangat memperhatikan sudut pandang konsumen. Dalam kegiatan pemasaran, kustomisasi kebutuhan pelanggan menjadi pilihan utama dalam strategi bisnis. Kecenderungan untuk melakukan kustomisasi massal ini merupakan cerminan dari pergeseran arah dalam melakukan strategi bisnis. Dalam kompetisi usaha orang juga mulai berpikir untuk mensiasati keadaan pasar yang tak pasti dengan saling memanfaatkan kelebihan dan menutup kelemahan-kelemahan yang dimiliki, demi kebaikan bersama.

Indonesia sebagai negara dengan populasi penduduk nomor lima di dunia, dan dengan kondisi geografis yang kepulauan dan banyaknya pegunungan, mempunyai potensi yang sangat besar dalam bidang ekonomi terutama dalam ekonomi digital.
Hal tesebut dikarenakan biaya transportasi yang merupakan salah satu biaya yang cukup signifikan dalam perhitungan biaya produksi.

            Saat teknologi telekomunikasi akan saling bergandeng tangan dengan komputer dan sisi komersial dari Internet akan melambung, pertambahan kecepatan dari perubahan akan menjadi sangat radikal. Konvergensi dari teknologi ini, bersama dengan proses digitalisasinya dan kemampuan untuk mengakses ke hampir semua content, membuat perusahaan tidak hanya mampu memberikan produk dan layanan yang ada dalam bentuk baru, namun juga mampu menciptakan produk dan jasa baru berdasarkan pada apa yang telah diketahui. Pesatnya pertumbuhan World Wide Web dan Internet membuat infrastruktur yang ada saat ini dapat dipergunakan untuk memberikan produk dan jasa yang dibuat berdasarkan pengetahuan kepada pasar global yang lebih luas lagi.
         
          Telah kita sadari, dan kita sepakati, bahwa Teknologi Informasi (TI) akan menjadi ‘infrastruktur’ dari infrastruktur. Dan tidak ada satu negara pun di dunia kelak yang bisa menghindari keterkaitan atau bias dari teknologi informasi. Hal ini sudah mulai kita rasakan, dan terbukti bahwa beberapa negara telah menempatkan teknologi informasi sebagai salah satu motor penggerak utama dan pemacu pembangunan. Malaysia, misalnya, yang sejak beberapa tahun yang lalu telah mempersiapkan diri untuk melakukan lompatan jauh ke depan melalui pembangunan Multimedia Super Corridor (MSC).

          Faktor lainnya yaitu, sebagai negara yang baru mengalami euphoria demokrasi, transparansi dalam segala hal, ekonomi digital merupakan hal yang cukup signifikan untuk dilakukan dalam rangka untuk meminimalisasi dan atau  menghindari kemungkinan negative yang dapat terjadi dalam hal-hal tersebut.



Ekonomi digital adalah suatu usaha mendigitalisasi usaha-usaha yang terkait dengan perekonomian, produksi dan non-produksi (administrasi, pen.) dengan media komputer yang terkoneksi jaringan (intranet atau Internet), sedemikian hingga public dapat melihat arus, proses dan prosedur yang harus dilalui atau yang terjadi. Dengan demikian segala macam biaya yang keluar sebagai ongkos pruduksi dapat dikalkulasi dan diprediksi dengan jelas dan terukur sehingga tidak ada pihak – pihak (publik, pengusaha, dan pemerintah) yang dianaktirikan.
Tulisan ini bertujuan  memberikan masukkan mengenai langkah-langkah untuk digitalisasi ekonomi dalam rangka meningkatkan nilai ekonomi aktivitas usaha di negara berkembang.



Dengan perkembangan yang sedemikian hebatnya, terdapat nilai ekonomi yang besar dan dapat dieksplorasi dan dimanfaatkan dengan maksimal untuk segala aktivitas kehidupan terutama aktivitas perekonomian.
            Berdasarkan tipe penggunanya, ekonomi digital dibedakan menjadi tiga, yaitu:
a. Publik:
            - Berdasarkan geografis: desa/kota, regional
            - Berdasarkan demografis: kelompok yang tidak diuntungkan, pendapatan rendah,
               penyandang cacat, suku, dan minoritas lainnya
b. Perusahaan komersial:
            - Bisnis besar dan kecil, entrepreneur
            - Sektor kritis: pertanian, transportasi, manufaktur, turisme, dll
c. Pelayanan Publik:
            - Pelayanan kesehatan, pendidikan dan pelayanan public lainnya
            - Organisasi nirlaba, yayasan, dan organisasi non pemerintah (ornop)

Untuk membuat pemahaman yang mudah mengenai ekonomi digital perlu kita bentuk dan tampilkan model ekonomi yang menjelaskan struktur dan hubungan dan interaksi antar entitas yang ada di dalamnya.
Karakteristik utama dari ekonomi digital dapat di modelkan pada gambar di bawah ini:
Gambar D.2: Model Struktur Karakteristik Utama Ekonomi Digital


Kesimpulanya:
            Ekonomi digital sebagai salah satu bagian dari perkembangan TIK menjadi suatu yang penting dan mau tidak mau, suka atau tidak suka akan menjadi bagian dari globalisasi. Negara berkembang sebagai bagian komunitas global harus mampu mengejar ketertinggalan TIK yang terjadi. Pemanfaatan ekonomi digital merupakan solusi yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas dan kuantitas negara berkembang. Namun, dalam pelaksanaannya masih banyak kendala dan hambatan yang selalu menghadang. Komunitas TIK baik pemerintah, industri, akademis dan penggiat dan pengguna TIK harus mampu bersatu dan bekerjasama untuk menjalankan program ekonomi digital dalam satu platform yang utuh dan solid dalam mengidentifikasi kendala, mencari solusi, dan melihat peluang dan meminimumkan resiko dalam implementasi program tersebut. Dari sekian banyak model yang ditawarkan dalam mengimplementasikan  ekonomi digital, pemilihan jenis model harusnya disesuaikan dengan kemampuan dan dukungan sumber daya yang dimiliki oleh tiap-tiap negara, sedemikian hingga menghasilkan manfaat ekonomis yang maksimal dan dapat dinikmati bukan hanya sebagian komunitas namun oleh semua masyarakatnya tanpa terkecuali dan tanpa diskriminasi.

Dengan perkembangan digital economy maka akan ditemukan juga beberapa kasus yang berkaitan dengan teknologi informasi:
Di Indonesia pernah terjadi kasus cybercrime yang berkaitan dengan kejahatan bisnis, tahun 2000 beberapa situs atau web Indonesia diacak-acak oleh cracker yang menamakan dirinya Fabianclone dan naisenodni. Situs tersebut adalah antara lain milik BCA, Bursa Efek Jakarta dan Indosatnet (Agus Raharjo, 2002.37).
Selanjutnya pada bulan September dan Oktober 2000, seorang craker dengan julukan fabianclone berhasil menjebol web milik Bank Bali. Bank ini memberikan layanan internet banking pada nasabahnya. Kerugian yang ditimbulkan sangat besar dan mengakibatkan terputusnya layanan nasabah (Agus Raharjo 2002:38).
Kejahatan lainnya yang dikategorikan sebagai cybercrime dalam kejahatan bisnis adalah Cyber Fraud, yaitu kejahatan yang dilakukan dengan melakukan penipuan lewat internet, salah satu diantaranya adalah dengan melakukan kejahatan terlebih dahulu yaitu mencuri nomor kartu kredit orang lain dengan meng-hack atau membobol situs pada internet.


Posting pertama

Ini blog pertama saya,.semoga saya bisa menjadi blogger seperti teman-teman yang lain